5 PERAYAAN YANG BISA MENYIKSA HEWAN

Umumnya manusia dan hewan tidak bisa berkomunikasi satu sama lain secara langsung, namun ketika mereka sudah hidup bersama, ada kemungkinan besar hewan-hewan tersebut mengerti bahasa manusia.

Misalnya ketika kita menyuruh untuk duduk, diam atau sebagainya. Begitupun dengan hewan yang terkadang memberi tanda ketika dia lapar, sakit atau sekedar ingin bermain.

Perayaan Yang Secara Tidak Langsung

Kita sebagai manusia pasti tahu apa yang ingin mereka lakukan lewat tingkah lakunya. Karena pada dasarnya memang setiap hewan tidak bisa menyalurkan emosinya secara langsung.

Namun ketika hewan dalam keadaan diam, bukan berati kita bisa memperlakukannya secara bebas sesuai keingin kita.

Kita bahkan tidak tau bagaiman mood hewan pada saat itu. Terlebih lagi malah banyak manusia yang masih melibatkan hewan dalam kegiatan atau perayaan yang masih menerapkan budaya dalam hidupnya, jutru malah menyakiti hewan secara tidak langsung.

Hewan pun pasti akan diam saja, walaupun mereka cuma pasrah tapi setidaknya kita sebagai makhluk yang mempunyai akal dan pikirin seharusnya sadar akan hal itu.

Nah di bawah ini ada beberapa perayaan hewan yang bisa menyakiti hewan secara tidak langsung. Simak yuk

1.Burung merpati yang dilepaskan sebagai simbol kebebasan

Pasti kamu sering melihat kan acara untuk pelepasan dengan burung merpati. Kamu bisa temukan perayaan ini ketika pernikahan, wisuda, upacara, atau dalam pembukaan sesuatu.

Namun tanpa kita sadari, perayaan ini bisa bisa menakiti burung tersebut. Mengapa? Karena burung yang dilepas bebas itu tidak bisa kembali ke rumahnya.

Malah banyak yang terluka dan nyasar ataupun dimakan dengan predator lainnya, karena burung merpati tidak punya survival skill.

2.Tradisi menunggangi gajah di india

Acara tradisi ini dilaksanakan dua kali dalam setahun dan biasanya melibatkan puluhan hingga ratusan gajah.

Gajah-gajah ini selalu di hias dan akan ditunggangi oleh 4 orang sekaligus dalam seharian penuh.

Padahal kalau dipikir-pikir lagi walaupun ia mempunyai tubuh yang besar, gajah juga bisa cedera punggung apalagi mereka harus jalan selama 24 jam.

Di punggungnya pun terdapat pemecut gajah agar bisa terus berjalan. Selain gajah dipaksa untuk berpanas-panasan, terkadang malamnya mereka harus mendengar kembang api dengan suara yang sangat keras.

3.Perayaan makan anjing di China

China pernah dikritik oleh sejumlah aktivis bintang ketika melibatkan ratusan anjing yang di curi dari pemiliknya lalu di bakar hidup-hidup.

Anjing anjing inipun di siksa sebelum di santap ramai-ramai. Festival ini pun akhirnya di hentikan karena aksinya yang tidak masuk akal.

4.Rusa kutub yang dijadikan sebagai property

Natal menjadi sebuah hari besar diseluruh dunia dan biasanya ada perayaan tertentu yang dilakukan.

Sama halnya dengan natal d Inggris, dimana mereka menggelar parade yang menggunakan rusa kutub sebagai property foto, mereka harus berjalan mengelili kota bahkan ada yang disuruh untuk menarik kereta.

Terkadang ada beberapa kekerasan yang di lukukan seperti dipukul, di tendang dan di perlakukan secara tidak layak.

5.Tradisi karapan sapi di madura

Tradisi karapan sapi ini sudah menjadi acara yang turun temurun sering di lakukan di Madura. Dasarnya tradisini ini adalah perlombaan lari sapi yang di tunggangi oleh manusia.

Namun sebelum pertandingan berlangsung, sapi-sapi tersebut kadang di pukul, di cambuk sampai berdarah agar mereka bisa lari dengan cepat ketika sudah bertanding.

Kasian sekali ya binatang-binatang yang tidak berdosa itu. Padahal seharusnya kira lebih bisa memperlakukan hewan selayaknya, atau ketika ingin acara tetap berlangsung tidak usah memakai iming-iming hewan. Kira-kira ada lagi gak perayaan lainnya yang seperti ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *